Bisnis UKM curug gntong Kebal Krisis

Melirik Bisnis UKM curug gentong yang Kebal Krisis

Ketika krisis melanda, banyak pelaku bisnis yang gulung tikar akibat bisnisnya tidak lagi bisa jalan. Begitu pula dengan krisis global saat ini, pelaku bisnis yang mengandalkan materialnya dari impor terkena imbasnya lagi. Berbeda dengan bisnis rakyat atau UKM, bisnis ini tetap survive meskipun krisis berulang kali mendera.

Bisnis UKM curug gentong

 

Melirik Bisnis UKM Curug gentong yang Kebal Krisis

Salah satu bisnis UKM yang bisa dijadikan peluang usaha adalah pembuatan miniatur kerajinan tangan dari gentong. Di tangan Erwin dan Ubaidillah, dua pemuda asal Kudus, gentong yang semula terbuang sia-sia kini berubah menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan kreatifitasnya, mereka ubah gentong-gentong tersebut menjadi sebuah taman kecil yang begitu indah.

Bisnis UKM curug gntong Kebal Krisis

Cara membuat Curug Gentong

Langkah pertama membuat miniatur taman dari gentong yakni dengan melubangi salah satu sisi gentong. Selanjutnya, membuat dasar ornamen taman dengan menata batu untuk membuat tebing maupun bukit. Tahap selanjutnya adalah memberikan hiasan, seperti air mancur, pohon atau lampu hias.
Modal awal dalam mengembangkan usaha ini sebesar Rp. 150 ribu, yakni untuk gentong berukuran sedang. Jika menggunakan gentong berukuran besar, modal yang diperlukan sebesar Rp. 450 ribu.
Bisnis miniatur taman yang dikembangkan Erwin dan Ubaidillah ternyata mendapat respon positif dari konsumen. Sejak keduanya merintis usaha ini tiga tahun lalu, pangsa pasarnya makin meluas. Kini mereka mampu memasarkan hingga ke daerah Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera. Wisatawan dari mancanegara pun tertarik membelinya. Mereka kebanyakan berasal dari Australia, Austria, dan Amerika Serikat. Per bulannya Erwin dan Ubaidillah mampu menjual 30 miniatur taman. Keuntungan yang diperoleh pun juga cukup lumayan, bisa tiga kali lipat dari modal awal.

Melirik Bisnis UKM yang Kebal Krisis
Bisnis serupa juga digeluti oleh Rita Apriyanti. Hanya saja ia lebih memilih membuat curug gentong, yaitu miniatur air terjun di dalam gentong. Miniatur air terjun yang berpadu dengan suasana alam pedesaan serta rumah tradisional khas Sunda buatan Rita memang benar-benar terlihat sangat indah dan seolah nyata. Curug gentong ini tersedia dalam ukuran kecil sampai ukuran besar. Harganya juga bervariasi. Berkisar antara Rp. 200 ribu hingga Rp. 1,8 juta.
Curug gentong buatan Rita sangat diminati konsumen, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Untuk pasar dalam negeri, konsumennya sudah menjangkau seluruh propinsi di Indonesia. Sedangkan untuk pasar luar negeri, Rita masih membatasi pesanan dan belum berani melakukan penjualan secara besar-besaran. Ia mengaku butuh waktu untuk melakukan persiapan yang matang.

Melirik Bisnis UKM yang anti Krisis
Sebagaimana Rita, Rico juga menggeluti bisnis serupa. Menurutnya, bisnis UKM curug gentong tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Bisnis ini sangat cocok dikerjakan oleh siapa saja yang memiliki keterbatasan modal. Apalagi material yang diperlukan dalam pembuatan curug gentong semuanya bisa didapatkan dari dalam negeri sehingga harganya pun lebih terjangkau. Namun demikian, keuntungan yang didapatkan terbilang lumayan. Selalu saja ada yang memesannya. Kelebihannya lagi, curug gentong bisa memberikan ketenangan bagi para pembelinya. Umumnya mereka merasa tenang dan nyaman saat menikmati gemericik air terjun dan menatap miniatur suasana alam pedesaan yang asri.
Untuk menghasilkan mutu curug gentong yang bagus, Rico mengaku butuh waktu lama untuk mempelajarinya. Selama ini ia belajar secara otodidak. Berdasarkan hobinya dalam melukis, Rico terus melakukan percobaan demi percobaan dalam karyanya. Walhasil, setelah sekian lama masa uji coba, terlahirlah kaya seni yang bermutu tinggi dalam bentuk curug gentong tersebut.
Jika awalnya Rico hanya iseng dan sekedar menyalurkan hobi dengan membuat curug gentong, kini ia lebih serius lagi mengerjakannya secara profesional dan menjadikannya sebagai peluang usaha. Setiap pesanan yang datang selalu ia kerjakan dengan mengutamakan standar kualitas dan keunikan disain. Agar bisnisnya semakin berkembang, ia sengaja memproduksi beraneka ragam disain yang unik. Produk-produk tersebut ia perkenalkan ke konsumen melalui berbagai ajang pameran. Dari berbagai pameran tersebut, pesanan terus mengalir setiap harinya. Baik itu dari konsumen dalam negeri maupun luar negeri. Dari kerja kerasnya tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Jawa Barat, akhirnya menjadikan curug gentong sebagai produk unggulan Kota Depok.
Rico sengaja tidak memasarkan curug gentongnya ke art shop maupun gallery. Ia khawatir produknya tidak terawat dengan baik sehingga bisa rusak. Sebab curug gentong tersebut membutuhkan perawatan yang rutin dan perlu ketelatenan. Setiap dua pekan sekali harus ditambahkan air dan sebulan sekali dibersihkan. Oleh karena itu konsumen yang ingin memesan curug gentongnya biasanya datang langsung ke rumahnya.
Usaha Rico tidak sia-sia. Bisnis UKM curug gentongnya makin diminati konsumen. Ia pun memutuskan merekrut empat karyawan. Masing-masing karyawan mampu menghasilkan enam curug gentong per tiga harinya. Sehingga per bulan produksi curug gentongnya mampu mencapai ratusan buah. Dengan demikian ia mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

UKM curug gentong
Keterampilan Rico dalam membuat curug gentong juga ia wariskan kepada isteri dan ketiga anaknya. Sekarang mereka telah mahir membuat curug gentong. Walhasil jika pesanan datang, isteri dan anak-anaknya siap membantu Rico demi kesuksesan bisnis yang telah dirintisnya dengan kerja keras tersebut. Melirik Bisnis UKM curug gentong yang Kebal Krisis

Anisa

Part of The World

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *