Wisata Kuliner Solo yang paling Enak

kuliner-soolo

Menjelajahi wisata kuliner khas kota Solo seperti tak ada habisnya. Sebagian makanan tradisional bahkan juga mulai tidak sering diketemukan bahkan juga di kota Solo.

Bila ada kota lain yang berupaya jual makanan khas Solo juga merasa tidak sama, belum pasti mirip serta memiliki cita rasa khas seperti makanan aslinya.

Ketidaksamaan cita rasa makanan itu besar kemungkinan berlangsung lantaran sistem membuatnya. Sebagian makanan khas Solo masihlah di buat lewat cara tradisional, memakai angklo, kompor dari tanah liat serta arang dan daun pisang sebagai piring sajinya.

Sesaat hal semacam itu mustahil dikerjakan lagi di kota besar sebagai efisiensi saat serta tenaga.

Buat kangen atau ngangeni demikianlah bhs Jawanya untuk melukiskan begitu kangennya untuk menyantap lagi makanan khas kota Solo waktu lidah telah lama tak mengecap enaknya rasa makanan.

Sedang untuk beberapa wisatawan yang sudah capek berkeliling nikmati object wisata tiba waktunya untuk memanjakan perut.

Janganlah heran bila di Solo banyak makanan yang memakai nama bhs Jawa lantaran kota ini begitu kental dengan budaya Jawanya.

Nasi Liwet atau Sego Liwet adalah makanan khas Solo, kuliner asli golongan pribumi. Pada dahulu kala tiap-tiap bln. Mulud di gelar slametan atau kenduri untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW dengan harapan memperoleh barokah.

Sebagai hidangannya dibuatlah nasi liwet. Nasi Liwet yaitu nasi gurih, rasa gurih ini didapat dari hasil rebusan nasi yang dimasak lewat cara dikaru atau dituangi dengan air santan kelapa serupa nasi uduk dihidangkan dengan sambel goreng labu siam dengan lombok rawit utuh, suwiran daging ayam, telor pindang atau rebusan telor umum.

Yang khas serta istimewa dari nasi liwet yaitu areh atau kumut yang ditempatkan diatas nasi liwet.

Areh atau kumut terbuat dari santan kelapa yang dikentalkan, warnanya putih, rasa-rasanya gurih serta memiliki struktur yang lembut.

Nasi Liwet dihidangkan dengan daun pisang yang dipincuk atau ditusuk lidi pada satu diantara sisinya sebagai ujung serta suru sebagai sendok yakni daun pisang yang disobek lantas dilipat jadi dua mirip sendok.

Membutuhkan keterampilan sendiri untuk yg tidak punya kebiasaan memakai piring daun pincuk serta suru sebagai sendok. Bila tak punya kebiasaan kuah bakal tumpah serta tidak bisa disendok dengan suru.

Nasi Liwet umumnya dijajakan berkeliling oleh ibu-ibu memakai kebaya serta jarik dengan bakul yang digendong menggunakan selendang dipunggung.

Nasi Liwet bisa didapati dengan gampang di kota Solo, umumnya di jual saat pagi atau malam hari di warung-warung lesehan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *