Langkah Budidaya Udang Lobster Air Tawar

Udang Lobster air tawar adalah salah satu jenis dari faksi urang (crustacea) yang hidupnya cuma di air tawar. Lobster air tawar ada sebagian julukan biasa serupa crayfish, crawfish serta crawdad. Lobster air tawar melimpah ada di situ, hutan berpaya serta bengawan.

Budidaya Udang Lobster Air Tawar

Badan lobster air tawar terbelah kedalam tiga komponen, ialah kepala-dada (chepalothorax), tubuh (abdomen), serta komponen akhir (telson). Pada komponen chepalothorax ada lima pasang kaki (periopod). Kaki pertama, kedua serta ketiga berarti selaku angkup. Pada komponen abdomen ada empat pasang kaki renang serta akhir terdiri dari dua begian ialah akhir baling-baling serta pucuk akhir.

Pemilahan indukan lobster

Pemilahan babon amat harus dijalani dalam aksi budidaya, karna bibit yang bermutu bagus dibuahi dari induk-induk yang bermutu bagus pula. Skala badan babon lobster air tawar yang bakal dipijahkan rata-rata ada jauh 12-21 centimeter atas edaran berat 62-130 g/akhir serta dewasa minimum 7 bulan. Babon yang bermutu ada performa yang bugar, berdimensi besar, beragam terang serta ada alat badan yang komplit. Bandingkan denganĀ budidaya udang vaname dan windu

Ciri-ciri induk lobster jantan serta betina:

  • Jantan: ada petasma (dua ketuat menjendul berwujud burung) pada akar kaki pertama dari bawah (akhir) alias terdapat pada kedua alas kaki jalur kelima, skala karapak (carapase) lebih besar dari pada abdomen, skala angkup lebih besar, pada baya yang serupa, skala badannya lebih besar dari pada lobster betina, corak lebih bayan, ada corak merah dibagian angkup bawah yang ada di red claw, pergerakan aktif.
  • Betina: ada bolongan (thelicum) atas garis tengah 1-2 milimeter, terdapat pada kedua alas kaki jalur ketiga, skala karapak lebih minim dari pada abdomen, skala angkup lebih minim, corak badan kira-kira awawarna dari pada lobster jantan

Konservasi bibit ikan

Sehabis bibit ikan murah dilepas dari biangnya, bibit dipindahkan ke aquarium konservasi bibit yang berdimensi 80 x 50 x 50 centimeter, kemudian di isi air sejajar 15-20 centimeter serta dikasih aerasi serta shelter berdimensi 1/2 inchi atas jauh 5 centimeter, pada menebarkan bibit 700 akhir masing-masing aquarium. Amal pakan dijalani 2 kali satu hari, pakan yang dipakai ialah pellet yang sudah dihaluskan lebih-lebih dulu atas isi protein 30 %, lemak 4 %, serat agresif 4% serta kadar air 12 %. Tidak cuma itu bisa pula dikasihkan cacing es tubifex selaku pakan alamiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *