Tips menghindari demensia pada lansia pada saat ibadah haji

biaya umroh tahun ini

Jamaah calon haji lanjut usia masihlah jadi prioritas dalam penyelenggaraan beribadah haji satu tahun lebih paling akhir. Hal sama juga berlangsung pada musim haji kesempatan ini. Jamaah calon haji th. ini masihlah didominasi oleh calon haji lanjut usia.

Karena tersebut segi kesehatan jadi perhatian paling utama dalam proses haji th. ini. Bermacam penyakit serta masalah kesehatan lain yang mungkin saja dihadapi oleh beberapa jamaah lanjut usia juga ikut diantisipasi. Satu salah satunya yaitu demensia.

Demensia adalah arti yang dipakai untuk menerangkan penurunan fungsional yang kerapkali dikarenakan kelainan yang berlangsung pada otak yang ditandai dengan beberapa gejala yang menyebabkan pergantian langkah memikirkan serta berhubungan dengan orang lain. Kerapkali, demensia merubah memori periode pendek, fikiran, kekuatan bicara, serta kekuatan motorik.

Menurut dr Ika Nurfarida yang bertanggungjawab pada perlakuan masalah jiwa Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, demensia bisa pula nampak lantaran dehidrasi kronis. ” Dehidrasi bisa menyebabkan disorientasi saat serta ruangan. Oleh karenanya, perlakuan pertama kami yaitu berikan minum pasien serta menurunkan suhu badan, ” tuturnya.

Penambahan suhu badan, menurutnya, dapat juga menyebabkan penambahan desakan darah pada jamaah lansia. Menurutnya, jamaah demensia umumnya sudah mempunyai aspek tanda-tanda di Tanah Air, namun lalu nampak atau diperparah lantaran aspek stres serta kelelahan.

Untuk beberapa jamaah haji sebagai pendamping jamaah lanjut usia diimbau untuk ikut menolong memerhatikan konsumsi gizi serta mengkonsumsi air jamaah lanjut usia. Apabila hal semacam ini selalu diantisipasi, diinginkan masalah demensia bisa diminimalisasi.’

Tips menghindari demensia pada lansia pada saat ibadah haji

Tawaf qudum (selamat datang) umumnya dikerjakan tidak lama sesudah jamaah tiba di Makkah. Lantaran masihlah capek sesudah perjalanan dari Tanah Suci atau Madinah umumnya jamaah banyak yang kaget. Mengakibatkan jamaah kerap hilang atau tersesat.

Bagi anda yang masih ragu tentang biaya umroh pada tahun 2017 ini, silahkan langsung aja cek di website yang menyediakan daftar harga umroh

Untuk menghadapinya, sebelumnya pergi ke Masjidil Haram jamaah sebaiknya mengetahui letak hotel atau pondokannya. Minta info pada yang lebih tahu jalan menuju hotel dari masjid, atau bila naik kendaraan melalui mana. Baik juga bila buat denah hotel atau pondokan. Upayakan pergi dari maktab dengan cara berombongan. Setiap rombongan ada kepala rombongan yang telah mengetahui baik lokasi di sekitaran Makkah.

 

Aktivitas tawaf serta sai dapat berjalan satu sampai tiga jam. Apabila mulainya dinihari umumnya segera diteruskan dengan Shalat Subuh. Waktu itu hawa begitu dingin. Lantai Ka’bah serta pelataran sai juga terkadang merasa sedingin es. Sebelumnya pergi yakinkan jamaah telah makan atau sekurang-kurangnya konsumsi camilan. Tidak butuh tergesa-gesa pergi ke masjid. Yakinkan semuanya persiapan telah prima.

Baca juga: http://dolphintravelmate.com/open-trip-pulau-komodo/

Setelah tiba di Masjidil Haram jamaah bakal tawaf dengan cara berombongan atau dalam regu-regu kecil. Tambah baik bentuk grup kecil. Grup kecil semakin lebih gampang untuk bergerak dalam kerumunan beberapa ribu jamaah. Diluar itu semakin lebih gampang dalam koordinasi lantaran dapat sama-sama kenal. Hapalkan benar jamaah masuk dari pintu mana, hingga waktu keluar dapat tetaplah di pintu yang sama.

Buat perjanjian di mana tempat berjumpa sesudah aktivitas tawaf serta sai usai, serta jam berapakah. Dapat pula buat perjanjian berjumpa sebelumnya sai. Umpamanya dibawah jam atau dekat zamzam. Jadi meski waktu tawaf berpisah, sai dapat tetaplah berbarengan lagi.

Sepanjang musim haji pelataran Ka’bah tidak pernah sepi. Saat yang paling padat umumnya selesai Shalat Maghrib hingga Isya, serta selepas Shalat Shubuh. Yang agak lengang umumnya berencana malam sampai satu jam mendekati Shalat Subuh serta saat Dhuha hingga Shalat Zuhur. Namun ini juga tidak dapat di pastikan.

Tawaf diawali dari garis coklat yang sejajar dengan Hajar Aswad. Disini umumnya berlangsung kepadatan. Titik-titik kepadatan terdapat pada Rukun Yamani sampai Hajar Aswad. Baiknya demikian mulai masuk Rukun Yamani jamaah supaya bergerak keluar, sebab bila terjerat di sekitaran Hajar Aswad bakal susah untuk jalan.

Untuk jamaah yang fisiknya lemah, tambah baik tawaf di lingkaran luar, janganlah sangat masuk ke dekat Ka’bah. Lantaran pastinya akan berdesak-desakan. Sedang untuk yang fisiknya sekalipun tidak kuat untuk jalan dapat menyewa kursi roda serta pendorongnya baik untuk tawaf ataupun sai.

Upayakan waktu tawaf tak terbebani dengan membuka-buka catatan. Hapalkan saja doa-doa pendek hingga jamaah dapat konsentrasi serta khusyuk.

Bila lantai basic penuh, jamaah dapat lakukan tawaf di lantai dua atau tiga. Tetapi jarak tempuh tawaf di lantai dua dapat 2 x lipat lebih jauh bila di banding tawaf di lantai basic. Cuma saja keadaannya tidaklah terlalu padat serta tak berdesak-desakan.

Selesai tawaf jamaah bakal shalat di belakang makam Ibrahim. Supaya shalat dapat lebih khusyuk, kerjakan secar bertukaran. Rekanan yang telah usai shalat melindungi rekannya yang shalat lalu dari peluang masalah lantaran hilir mudik beberapa ribu jamaah.

Tempat sai terdapat didalam Ka’bah juga. Banyak jamaah kebingungan mencari letak bukit Shafa serta Marwa. Walau sebenarnya tempat itu telah saat ini telah menyatu dengan Ka’bah. Kepadatan juga berlangsung di jalur sai. Diluar itu umumnya disini jamaah telah kelelahan sesudah tawaf. Sama juga dengan tawaf, sai dapat juga dikerjakan di lantai dua serta tiga. Cuma saja lintasannya semuanya mendatar tak seperti di lantai basic yang perlu mendaki bukit Shafa serta Marwa.

Selesai sai upayakan tetaplah berkelompok waktu tahalul. Baiknya bila tidak mau gundul, kerjakan tahalul dengan cara bertukaran. Karenanya gunting harusnya disediakan dari pondokan. Berhati-hatilah dengan beberapa orang yang tawarkan layanan untuk memotong rambut.

Waktu tawaf qudum ini umumnya muncul permasalahan. Lantaran umumnya jamaah tengah capek, belum tahu kondisi, terburu-buru, atau kaget lihat kerumunan beberapa ribu orang berdesak-desakan. Karenanya upayakan tetaplah dalam grup. Untuk tawaf setelah itu, jamaah umumnya telah berani lakukan sendiri-sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *