Seluk-Beluk Ibadah Dalam Ibadah haji dan Umrah

Ada banyak istilah dalam ibadah ibadah haji dan umrah. Tentu tidak perlu ditakuti kalau tidak hafal. Sebab, ketika disana istilah-istilah tersebut akan terbiasa. Alangkah baiknya jika kita sejak di tanah air sudah menghafalkan dan memahami artinya.

Jamaah umroh Risalah Madina Miqot di Masjid Ja'ronah
Jamaah umroh Risalah Madina Miqot di Masjid Ja’ronah

Diantara istilah-istilah itu adalah sebagai berikut:

Ihram, ialah berniat untuk memulai mengerjakan ibadah ibadah haji/umrah dengan mengucapkan lafadz niat dan memakai kain ihram. Seperti sudah dijelaskan dimuka lafadz niat ibadah haji adalah “Labbaika allahumma hajjan. Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk beribadah ibadah haji”. Sedangkan lafadz niat umrah adalah “Labbaika allahumma ‘umratan. Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk ibadah umrah”.

Niat memang tempatnya ada di dalam hati, bukan dilisan. Namun khusus untuk ibadah ibadah haji/umrah niat tersebut disunnahhkan untuk dilafadzkan/diucapkan dengan ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah swt, (tidak hanya digetarkan dalam hati). Sebab Rasulullah melafadzkan niat ibadah haji dan umrah dengan mengeraskan suara mereka. Namun demikian jika seseorang tidak melafadzkannya dan cukup niat didalam hati berarti ia telah berniat. Ini dilakukan ketika berada di miqat setelah mandi, shalat sunnah dua rakaat dan mengenakan pakaian ihram.

Miqat adalah tempat atau waktu untuk memulai berniat ihram. Miqat ada dua macam yaitu yang pertama miqat zamani ialah waktu/bulan-bulan ibadah haji, yaitu bulan Syawal, dzulqaidah dan dzulhijjah sampai dengan tanggal 9 dzulhijjah sebagaimana disebut didalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 189 dan 197.

Khusus untuk ibadah ibadah haji miqat zamani ini tidak boleh dilanggar. Jika seseorang melakukan ihram di miqat selain waktu tersebut sama saja dengan melakukan shalat zuhur bukan di waktu zuhur. Kedua adalah miqat makani yaitu tempat-tempat yang ditentukan untuk memulai berniat melaksanakan ibadah ibadah haji/umrah. Tempat-tempat tersebut berbeda sesuai dengan darimana datangnya jamaah ibadah haji. Secara keseluruhan, miqat tersebut ditentukan Rasulullah saw didalam haditsnya,

“Rasulullah saw menentukan miqah bagi penduduk Madinah di Dzulhulaifa, bagi penduduk syam di Juhfah, bagi penduduk Najd di Qarnul Manazil, bagi penduduk Yaman di Yalamlam. Dan beliau saw berkata, tempat-tempat miqat ini bagi masing-masing penduduk tersebut dan bagi orang-orang yang melewatinya dari selain penduduknya, yaitu bagi orang-orang yang beribadah haji dan umrah. Barangsiapa yang lebih dekat (ke Mekah) dari tempat-tempat (miqat) tersebut maka (miqatnya) darimana dia berada hingga bagi penduduk Mekah (maka miqatnya) dari Mekah”. (HR Bukhari dan Muslim)

            Semua tempat itu adalah tempat ihram bagi penduduk tempat tersebut dan bagi penduduk lain yang datang ke tempat-tempat itu dan bermaksud untuk mengerjakan ibadah ibadah haji/umrah. Berdasarkan dari hadits diatas dan beberapa hadist lain maka ihram tersebut dapat dilakukan pada tempat-tempat sebagai berikut: Dzul Hulaifah (lebih populer disebut dengan Bi’rAli) untuk jamaah yang berangkat dari arah Madinah; Juhfah untuk jamaah yang datang dari arah Mesir dan Syria; Qarnul Manazil untuk jamaah ibadah haji yang berasal dari arah Najd; Yalamlam untuk jamaah yang datang dari arah Yaman; Dzatu ‘Irqin untuk jamaah dari arah Irak dan Makkah untuk jamaah ibadah haji yang sudah berada di Mekah.

Paket Umroh Murah 2017

Untuk informasi seputar paket umroh murah dan umroh promo 2017, Bapak Ibu bisa melihat di website kami www.PerjalananUmroh.com. Berbagai paket umroh murah kami sediakan sehingga bapak Ibu bisa memilihnya. Silakan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *