Memahami Untung Rugi Obligasi

Kelebihan dan Kerugian Obligasi
Kerugian dan Keuntungan dari Obligasi

Sebagai satu instrument investasi, obligasi tawarkan beberapa keuntungan tetapi juga mempunyai banyak resiko. Pada dasarnya ada empat resiko paling utama yang perlu dipahami oleh investor sebelumnya mengambil keputusan pilihan investasinya pada obligasi.

Resiko Likuiditas

Resiko ini berlangsung karna obligasi ini susah untuk diperjualbelikan di pasar sekunder. Obligasi jadi likuid bila permintaannya di pasar tinggi. Hal semacam ini umumnya di pengaruhi oleh karakteristik penerbit, kupon bunga serta saat jatuh tempo obligasi berkaitan. Resiko likuiditas ini menempel pada semuanya obligasi. Tetapi, obligasi pemerintah condong lebih likuid karena ada pihak yang melakukan tindakan sebagai market maker yang bertindak sebagai konsumen siaga.

Resiko Maturitas

Resiko ini berkaitan dengan saat jatuh tempo obligasi. Makin lama saat jatuh tempo, jadi tingkat resikonya juga makin tinggi. Sebagai kompensasi, penerbit yang jual obligasi dengan saat jatuh tempo panjang bakal memberi kupon bunga lebih tinggi.

Resiko Suku Bunga

Harga obligasi berbanding paling baik dengan suku bunga. Bila suku bunga referensi, dalam soal ini BI Rate, turun jadi harga obligasi bakal condong naik. Demikian sebaliknya, saat suku bunga naik jadi harga obligasi bakal condong alami penurunan. Oleh karenanya investor yang berinvestasi di obligasi mesti cermat dalam memproyeksikan trend gerakan suku bunga, hingga obligasi yang dibeli bisa jadi investasi yang maksimal.

Resiko Tidak berhasil Bayar atau default

Resiko ini menempel pada obligasi korporasi. Sesaat obligasi negara kemungkinan kecil berlangsung tidak berhasil bayar sepanjang pemerintah Indonesia tetaplah berdiri. Oleh karenanya, investor mesti selektif serta mengerti benar karakteristik dan kekuatan finansial tiap-tiap penerbit obligasi. Makin tinggi kupon bunga yang di tawarkan, jadi makin besar juga resiko yang perlu dijamin oleh investornya.

Terkecuali beragam resiko itu, investasi obligasi juga tawarkan keuntungan yang menawan. Pertama, keuntungan berbentuk pendapatan tetaplah dari kupon bunga dengan cara periodik yang diputuskan penerbit. Biasanya bunga obligasi lebih tinggi dari pada bunga deposito maupun BI Rate. Diluar itu, jatuh tempo obligasi bakal memastikan besaran dari bunga yang didapatkan pada investor.

Ke-2, capital gain atau selisih penjualan obligasi reksadana online. Keuntungan ini didapat investor saat jual obligasi di pasar sekunder dibanding harga pokok atau harga pembelian waktu obligasi ini terbit. Jual beli obligasi dinyatakan berbentuk persentase pada harga pokok obligasi. Umpamanya, harga pokok obligasi yaitu 1 juta serta dipasar sekunder di jualbelikan di harga 10%. Artinya, obligasi itu ditransaksikan diharga Rp 1, 1 juta.

Untuk informasi tentang berbagai kisah investasi para tokoh, cek saja langsung ke investasiku.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *